Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
BUNAINA SANTOSO, KRISNADINA
Subject
RT Nursing
Datestamp
2021-03-05 05:15:36
Abstract :
TB paru merupakan penyakit paru disebabkan bakteri Mycobacterium
tuberculosis yang mengakibatkan gangguan sistem pernafasan. Salah satu
gejalanya adalah sesak nafas, nyeri dada, dan peningkatan respiration rate,
sehingga muncul gangguan ketidakefektifan pola nafas. Tindakan sederhana untuk
mengatasi masalah ini dengan mengatur posisi semi fowler. Tujuan dari tindakan
ini membantu memaksimalkan ekspansi paru sehingga terjadi perubahan
respiration rate dan pola nafas menjadi efektif.
Metode penulisan ini dengan mencari beberapa jurnal di Google Scholar,
didapatkan hasil penelusuran dari 3 jurnal menurut Suhadridjat dan Isnayati (2020),
dan Aneci Boki Majampoh dkk (2013) bahwa pemberian posisi semi fowler
kemiringan 30-45° membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari
abdomen pada diafragma. Sedangkan menurut Roihatul Zahroh dan Rivai Sigit
Susanto (2017), posisi orthopnea lebih efektif daripada semi fowler karena posisi
duduk dengan badan dicondongkan ke depan dianjurkan sebagai terapi intervensi
untuk meringankan sesak nafas dan meningkatkan fungsi paru, dengan hasil ratarata
penurunan sesak nafas 5 dibandingkan posisi semi fowler dengan rata-rata
penurunan sesak nafas 4. Dapat disimpulkan bahwa pemberian posisi semi fowler
dan posisi orthopnea dapat membantu menurunkan sesak nafas pada pasien TB paru
namun posisi orthopnea lebih dianjurkan untuk penurunan sesak nafas pada pasien
TB paru.