Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
ENGGAR AYUNINGTYAS, PALUPI
Subject
RT Nursing
Datestamp
2021-03-08 01:54:27
Abstract :
Isolasisosialmerupakan kondisipasien yang selalu merasa
sendiridanmerasakankehadiranoranglainsebagaiancaman.Gejala
yang munculpada pasien isolasisosialmeliputigejala kognitif
diantaranyaadalahperasaankesepian,merasatidakdimengertioleh
oranglain,merasa ditolak oleh oranglain dan lingkungan,merasa
dirinyatidakberguna,tidakmemilikitujuanhidup,malu,merasatidak
aman jika berada diantara oranglain.Sedangkan gejala afektifnya
yaitu,sedih,depresi,tertekan,kesepian,marah,malu,apatis,ditolak
oranglain.Perilakuyangseringditujukanolehpasienpenderitaisolasi
sosial yaitu lebih menarik diri,menjauh darioranglain,jarang
berkomunikasi, tidak ada konta mata, malas, dan menolak
berhubungan dengan oranglain.Tujuan dilakukannya penelitian
untukmengetahuigambaranperubahansetelahdilakukantindakan
penelitian SocialSkillTherapy.Tindakan keperawatannya dengan
mengajak klien berbicara,menciptakan lingkungan yang nyaman,
memberirasaamandantenangpadaklien
Metodedalam penelitian iniadalahmetodestudyliterature.
Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kemampuan interaksisosial
pada responden ada pengaruh antara sebelum dan sesudah
mendapatkan terapikognitif.Rata-ratakemampuan kognitif,afektif
dan perilaku responden sebelum dan sesudah diberikan terapi
kognitif lebih besar daripada sebelum diberikannya terapi.
Adanyapeningkatanterhadappasienisolasisosialdalam pemberian
SocialSkillTherapy ditiap pelaksanaan sesinya,terapiinidi
rekomendasikansebagaitindakankeperawatandalam meningkatkan
kemampuan berinteraksi pasien isolasi sosial. Penulis sendiri
merekomendasikanpemberianterapiSSTatauSocialSkillTherapy
karenapadaterapiinipasien agarlebihbisaberadaptasidengan
lingkungandanteman-temannya.