Abstract :
Keberhasilan untuk hamil ditentukan oleh ovulasi. Ovulasi pada salah satu rangkaian dari siklus menstruasi yang sering disebut juga dengan nama masa subur. Menghitung waktu terjadinya ovulasi tidak hanya dapat dilihat melalui siklus menstruasi saja banyak metode penentuan kesuburan wanita, diantaranya adalah metode kalender, metode palpalasi serviks, metode kadar Lutenizing Hormone (LH), metode lendir serviks dan metode suhu basal tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu ovulasi menggunakan metode suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat atau tidur. Pada metode ini diperlukan sebuah sistem yang dapat mengukur suhu basal tubuh seseorang dan dapat melakukan perhitungan melalui grafik yang kemudian dapat dipantau secara realtime. Pengujian metode ini dilakukan secara langsung dengan mengambil suhu basal tubuh pada seseorang setiap bangun tidur menggunakan sensor Thermistor NTC 100K yang kemudian suhunya diukur dan ditampilkan pada layar android dengan output berupa grafik. Hasil uji sistem yang ditandai dengan penurunan suhu basal tubuh dari responden 1 terjadi pada hari ke-27 dengan suhu 35,7°C dan hari ke-54 dengan suhu 35,6°C. Pada responden 2 terjadi penurunan suhu pada hari ke-20 dengan suhu 35,3°C dan hari ke-52 dengan suhu 35,5°C. Sistem dapat melakukan pembacaan suhu dengan selisih error pada resonden 1 sebesar -0.0125 dan responden 2 sebesar 0.0411