Abstract :
Kejang demam adalah gangguan yang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh yang mengakibatkan anak mengalami kejang. Bayi mengalami kejang demam sangat berisiko jatuh karena usia yang rawan, maka dari itu perlu kesadaran orangtua untuk memanfaatkan fasilitas yang ada diruangan dengan baik agar bayi tidak mengalami jatuh. Risiko jatuh pada bayi dapat berakibat cidera serius bahkan kematian. Tujuan dalam studi kasus ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada bayi kejang demam dengan masalah keperawatan risiko jatuh yang meliputi pengkajian, analisis data, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Dengan metode pemecahan masalah (problem solving) pendekatan proses keperawatan.
Asuhan keperawatan pada bayi kejang demam dengan masalah keperawatan risiko jatuh dilakukan di RSU Muhammadiyah Ponorogo selama 3 hari perawatan pada bulan Februari 2021. Metode yang digunakan yaitu dengan proses keperawatan.
Hasil pengkajian didapatkan bahwa keadaan umum bayi tampak lemah serta didampingi oleh keluarganya, handrill dan pengunci roda pada bad anak belum terpasang, selain itu sebelumnya bayi memiliki riwayat jatuh dari tempat tidur ketika dirumah. Tindakan keperawatan yang dilakukan antara lain adalah mengidentifikasi faktor lingkungan yang bisa menyebabkan jatuh, menghitung skala risiko jatuh menggunakan Humpty Dumpty Scale, memastikan roda dan handrill terpasang serta edukasi pencegahan risiko jatuh. Asuhan keperawatan ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk dapat memberikan perawatan dan mencegah terjadinya kejang demam pada bayi.