DETAIL DOCUMENT
PENGARUH FASHION INVOLVEMENT, SALES PROMOTION DAN SHOPPING LIFESTYLE TERHADAP IMPULSE BUYING DENGAN POSITIVE EMOTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KONSUMEN PRODUK BUTI PONOROGO CITY CENTER
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
Trihastuti Nur Farida, Zulma
Subject
HD28 Management. Industrial Management 
Datestamp
2021-10-13 03:38:04 
Abstract :
Seiring dengan perkembangan zaman yang modern dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadikan persaingan bisnis ritel di Indonesia semakin ketat, khususnya pada bidang fashion. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya mall maupun butik serta pelaku bisnis berlomba-lomba membuat strategi pemasaran dengan menampilkan style pakaian guna menarik minat konsumen sehingga mengakibatkan sebuah keputusan pembelian. Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi impulse buying pada konsumen BUTI Ponorogo City Center. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah secara parsial fashion involvement, sales promotion dan shopping lifestyle berpengaruh terhadap impulse buying dan untuk mengetahui apakah positive emotion mampu memediasi fashion involvement, sales promotion dan shopping lifestyle terhadap impulse buying. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan sumber data primer. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner secara online berupa pernyataan tertulis guna memperoleh keterangan dari responden. Untuk mengetahui kevalidan dan kereliabelan dilakukan pengujian berupa uji validitas dengan pearson correlation dan uji reliabilitas dengan cronbach alpha. Selanjutnya analisis data menggunakan path analysis guna mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap impulse buying melalui positive emotion pada konsumen produk BUTI Ponorogo City Center. Pengujian hipotesis menggunakan uji T (parsial), uji sobel dan koefisien determinasi R2. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, fashion involvement tidak berpengaruh terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar -0,037 dan thitung (-0,447) < ttabel (1,985). Kedua, sales promotion tidak berpengaruh terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar 0,052 dan thitung (0,564) < ttabel (1,985). Ketiga, shopping lifestyle berpengaruh terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar 0,373 dan thitung (4,257) > ttabel (1,985). Keempat, positive emotion mampu memediasi fashion involvement terhadap impulse buying dengan nilai pengaruh tidak langsung (0,077) > pengaruh langsung (-0,037). Kelima, positive emotion mampu memediasi sales promotion terhadap impulse buying dengan nilai pengaruh tidak langsung (0,088) > pengaruh langsung (0,052). Keenam, positive emotion tidak mampu memediasi shopping lifestyle terhadap impulse buying dengan nilai pengaruh tidak langsung (0,100) < pengaruh langsung (0,373). Ketujuh, positive emotion berpengaruh terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar 0,242 dan thitung (3,461) > ttabel (1,985). Kata kunci : fashion involvement, sales promotion, shopping lifestyle, positive emotion, impulse buying 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Ponorogo