Abstract :
Depresi merupakan kondisi dimana tidak hanya sekedar merasa sedih sehingga bisa di sepelekan, melainkan lebih dari itu. Penderitanya akan mengalami gejala yang dapat mempengaruhi aktivitas harian bahkan pada kondisi terburuk dapat melakukan tindak bunuh diri. Salah satu cara dalam mencegah atau memperlambat terjadinya depresi adalah dengan adanya dukungan sosial. Dukungan sosial dari beberapa pihak seperti keluarga, saudara, juga teman sebaya akan memberikan efek positif bagi individu. Remaja pada masa tumbuh kembangnya akan mengalami masa transisi yang harus dikendalikan agar tidak menyebabkan terjerumus dalam penyimpangan yang dapat menjadi stressor depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kejadian depresi pada remaja.
Penelitian ini menggunakan metode study literature dimana data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari penelitian terdahulu. Sumber data dicari melalui database Google Schoolar, PubMed, dan Science Direct. Hasil dari review artikel menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan kejadian depresi pada remaja dengan rentan usia 14-18 tahun. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan kejadian depresi pada remaja. Dukungan sosial yang diberikan semaksimal mungkin, dan saling menunjang satu dengan yang lain antara dukungan emosioal, instrumental, informasional maupun penghargaan akan berdampak baik terhadap kesehatan mental remaja khususnya dalam meminimalkan bahkan mencegah terjadinya depresi pada remaja.