Abstract :
Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB merupakan proses fisiologis jika prosesnya tidak diawasi secara tepat dan berkelanjutan kemungkinan dapat berubah menjadi patologis. Oleh karena itu, untuk mendeteksi dni dan mencegah terjadinya komplikasi perlu dilakukan asuhan secara continuity of care dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang mengacu pada KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007.
Asuhan kebidanan secara Continuity Of Care diberikan pada Ny.H G1P00000 usia 24 tahun, dengan kehamilan risiko rendah, mulai kehamilan trimester III dilakukan pemeriksaan ANC sebanyak 3 kali, dengan masalah sering buang air kecil dimalam hari, dilakukan asuhan sesuai dengan teori dan masalah dapat teratasi. Ibu bersalin pada usia kehamilan 39 minggu di bidan, Kala I fase aktif ± 5 jam, Kala II berlangsung ± 45 menit, Kala III berlangsung ± 15 menit, Kala IV berlangsung ± 2 jam. Pada kunjungan nifas pertama ibu mengeluh nyeri paska persalinan dilakukan asuhan sesuai dengan teori, masalah dapat teratasi. Kunjungan nifas kedua dan ketiga ibu tidak terdapat masalah. Kunjungan neonatus pertama ibu mengeluh bayinya sulit menyusu dan diberikan susu formula, dilakukan asuhan sesuai dengan teori dan masalah dapat teratasi pada kunjungan kedua. Kunjungan neonatus kedua, tali pusat terlepas hari ke 5 dan ibu mengeluh kulit bayinya tampak kekuningan, dilakukan asuhan sesuai dengan teori dan masalah dapat teratasi pada kunjungan ketiga, Kunjungan neonatus ketiga ibu mengeluh bayinya sering gumoh, dilakukan asuhan sesuai dengan teori dan masalah dapat teratasi. Pada kunjungan KB ibu memantapkan pilihan menggunkan KB kondom, yang awalnya ibu ingin menggunakan KB alami, untuk menjarangkan kehamilan.
Hasil evaluasi dari asuhan kebidanan yang telah diberikan sudah sesuai dengan kriteria hasil yaitu pengetahuan ibu bertambah tentang perawatan selama hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan KB. Masalah yang dialami ibu dapat teratasi. Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus serta KB Ny.H berjalan normal.
Semua ibu hamil yang memiliki skor kehamilan risiko rendah dapat melakukan perwatan di tempat Praktik Mandiri Bidan, dengan menerapkan asuhan secara Continuity Of Care. Bidan dapat memperbarui pengetahuan dan ilmunya dengan sering mengikuti berbagai seminar, serta menerapkan asuhan secara Continuity Of Care sehingga pelayanan yang diberikan dapat berkualitas.