DETAIL DOCUMENT
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. Y MASA HAMIL SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PMB MASFUFAH, S.Tr.Keb PONOROGO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
Rofina Hamzani, Siti
Subject
RG Midwifery 
Datestamp
2021-11-15 03:33:24 
Abstract :
Pelayanan Continuity of Care sudah seharusnya didapatkan oleh ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir hingga KB, namun pada kenyataannya belum semua ibu mendapatkan pelayanan kebidanan secara menyeluruh, berkesinambungan, dan berkualitas. Perlu adanya pemahaman tentang pentingnya asuhan Continuity of Care agar dapat menerapkan asuhan tersebut kepada ibu hamil TM III, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana secara berkelanjutan, komprehensif dan berkualitas. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care, maka perlu dipelajari konsep dan teori yang terkait meliputi asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan nifas, asuhan bayi baru lahir dan asuhan KB menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang mengacu pada standar asuhan kebidanan yang tertuang dalam Kemenkes RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. Y G2P110000 usia 19 tahun dilakukan satu kali kunjungan yaitu pada saat usia kehamilan 36 minggu yang dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2021. Ditemukan bahwa ibu termasuk pada kehamilan risiko rendah, mengalami ketidaknyamanan yaitu nyeri pinggang. Sudah dilakukan asuhan sesuai dengan masalah. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 39 minggu berlangsung normal dan mengalami partus cepat pada tanggal 11 Maret 2021 pukul 21.40 WIB, bayi lahir spontan ditolong bidan, menangis kuat, gerak aktif, jenis kelamin laki-laki, langsung dilakukan IMD, berat lahir 3000 gram, panjang badan 50 cm, bayi mempunyai cacat bawaan yaitu labioskisis, plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan normal ±100 cc, terdapat luka jahitan derajat II dijahit jelujur. Kala III dan IV normal. Bayi mendapat salep mata dan vit K setelah lahir, mendapat imunisasi Hb0 pada jam kedua kelahiran. Masa nifas dilakukan 2 kali kunjungan, laktasi, involusio uteri dan lochea normal. Pada 6 jam postpartum Ny. Y merasa nyeri pada luka jahitan, pada kunjungan hari ke-7 ibu sudah tidak nyeri dan tidak ada keluhan. Sudah dilakukan asuhan sesuai dengan perkembangan bayi normal serta masih memperoleh ASI secara eksklusif. Secara keseluruhan Ny. Y saat hamil merupakan risiko rendah, persalinan normal, spontan belakang kepala, nifas normal, bayi baru lahir normal serta ibu memilih untuk menjadi akseptor baru KB Implan. Harapannya, bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara Continuity of Care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan bisa segera teridentifikasi dan tertangani dengan baik. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Ponorogo