Abstract :
Yuniana, Ariska N. 2021. Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Madrasah
Ibtidaiyah Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur?an Ponorogo pada Mata Pelajaran
SKI Melalui Metode Pembelajaran Mind Mapping.Pembimbing(1) Katni,M.Pd.I
(2) Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I.
Kata kunci: Prestasi Belajar, Sejarah Kebudayaan Islam, Metode Pembelajaran
Mind Mapping
Terdapat masalah yang ditemukan pada suatu lembaga yaitu prestasi
belajar siswa yang mengalami ketidaktuntasan pada materi Sejarah Kebudayaan
Islam (SKI). Pemilihan metode oleh guru yang kurang tepat merupakan salah satu
penyebabnya. Selain itu, siswa merasa bahwa mata pelajaran SKI tidak mudah
untuk dipahami dan dihafalkan karena banyak kisah, nama dan tahun-tahun masa
lampau yang tidak familiar menurut mereka.Hal tersebut memotivasi peneliti untuk
melaksanakan penelitian tentang upaya peningkatan prestasi belajar siswa kelas V
pada pelajaran SKI dengan metode Mind Mapping. Penelitian ini dilaksanakan di
Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur?an Ponorogo.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menjelaskan dan memaparkan
penerapan pembelajaran SKI menggunakan metode pelajaran mind mapping. Selain
itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan dan memaparkan prestasi
belajar siswa setelah pembelajaran SKI menggunakan metode mind mapping.
Penelitian yang dilakukan, menggunakan metode penelitian tindakan kelas
(PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus memiliki empat
tahapan: planning (perencnaan), acting (tindakan), observing (pengamatan)dan
reflecting (refleksi). Sumber data yang digunakan berasal dari siswa kelas V dan
guru mata pelajaran SKI di MI PAS Baitul Qur?an. Data diperoleh dengan cara
wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa: 1) Metode Mind Mapping
efektif digunakan dalam pembelajaran SKI, dan 2) terdapat peningkatan pada
prestasi belajar siswa pada pelajaran SKI. Dengan metode pembelajaran Mind
Mapping, siswa lebih semangat dan antusias dalam kegiatan pembelajaran serta
lebih mudah memahami dan mengingat materi pada pelajaran SKI. Nilai rata-rata
kelas pada pre-tes adalah 62,5. Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 71,6. Maka
ada peningkatan dengan selisih 8,9. Dengan melihat jumlah siswa yang mendapat
nilai dibawah KKM masih cukup banyak, yaitu 9 siswa, maka dilaksanakan
tindakan kembali pada siklus II. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat
menjadi 81,8. Dan jumlah siswa yang tidak tuntas hanya 1 siswa saja. Prosentase
nilai rata-rata kelas: hasil pre-tes 29%, siklus I 33% dan siklus II 38%. Prosentase
siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM: pre-tes 31,8%, siklus I 59% dan siklus
II 95,5%. Maka ada peningkatan pada setiap siklusnya.