Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat bahan biomaterial hidroksiapatit dari
gipsum alam Kulon Progo kemudian mengkarakterisasi dengan pengujian XRD
sebelum dan sesudah sintering.
Bahan penelitian ini adalah serbuk hidroksiapatit dari gipsum alam kulon Progo.
Variabel yang digunakan adalah sintering pada temperatur 1400ºC selama 3 jam. Alat
yang digunakan dalam membuat hidroksiapatit adalah microwave melalui proses
hydrothermal microwave, dan untuk sintering menggunakan furnace (dengan maksimal
temperatur yang digunakan ±1600ºC), sedangkan karakterisasi material uji
menggunakan mesin XRD (X-Ray Diffractometer). Sintesa HA dilakukan dengan teknik
hydrothermal microwave dengan mereaksikan antara gipsum alam Kulon Progo
(CaSO4.2H2O) dengan diammonium hydrogen phosphate [(NH4)2HPO4] kemudian
hasil reaksinya dianalisa dengan pengujian XRD dan dibandingkan dengan HA 200
Jepang sebagai pembanding, kemudian disinter pada suhu 1400°C dan dianalisa
dengan pengujian XRD lagi.
Hasil sintesa HA dengan teknik hydrothermal microwave menunjukkan bahwa
peak-peak XRD hidroksiapatit hasil reaksi menyerupai HA 200 Jepang dengan intesitas
yang sangat kuat yaitu pada peak 31,800°, 32,921º, 32,239º, dan 25,957º dan
hidroksiapatit setelah disinter 1400°C mengalami perubahan fasa menjadi calcium iron
phosphate [Ca19Fe2(PO4)14] dan pergeseran peak-peak XRD. Hal ini terjadi karena,
dapur pemanas (furnace) yang tidak menggunakan gas inert sebagai pensteril dari
kandungan unsur-unsur lain pada saat sintering (tidak vakum), maka kemungkinan
dapat menyebabkan terjadinya ikatan kimia antara bahan dengan unsur-unsur lain
yang ada di dalam dapur pemanas. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya serbuk
alumina yang dipakai sebagai landasan waktu sintering dalam dapur pemanas
(terdapat unsur Fe). Banyak sedikitnya unsur lain (Fe) berpengaruh waktu sintering
dan karakterisasi XRD.