Abstract :
Gaya kepemimpinan dalam sebuah perusahaan mempunyai pengaruh yang besar
dalam pencapaian tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan keinginan dan
harapan karyawan dianggap mampu menumbuhkan komitmen organisasi yang tinggi dalam
diri karyawan. Gaya kepemimpinan demokratis dianggap paling ideal karena
mengikutsertakan karyawan dalam setiap pengambilan keputusan dan memberikan kebebasan
pada karyawan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Namun dalam kenyataannya gaya
kepemimpinan demokratis juga dianggap lemah karena pimpinan cenderung melimpahkan
tanggungjawabnya kepada karyawan.
Tujuan dari penelitian ada empat, yaitu : (1) Mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan demokratis dan komitmen organisasi. (2) Mengetahui tingkat gaya
kepemimpinan demokratis (3) Mengetahui tingkat komitmen organisasi. (4) Mengetahui
sumbangan efektif gaya kepemimpinan demokratis terhadap komitmen organisasi. Hipotesis
yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan demokratis dengan
komitmen organisasi
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Tainesia Jaya yang berjumlah 169
orang. Sampel penelitiannya adalah sebagian dari keseluruhan karyawan PT.Tainesia Jaya
berjumlah 51 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling . Alat ukur
yang digunakan adalah skala gaya kepemimpinan demokratis dan skala komitmen organisasi.
Metode analisis data yang digunakan adalah product moment.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,416
dengan p = 0,003 (p ≤ 0,01) yang berarti ada hubungan antara gaya kepemimpinan
demokratis dengan komitmen organisasi, hubungan yang terjadi bersifat positif yang sangat
signifikan. Semakin tinggi tingkat gaya kepemimpinan demokratis, semakin tinggi pula
tingkat komitmen organisasi karyawan, sebaliknya semakin rendah tingkat gaya
kepemimpinan demokratis, semakin rendah pula komitmen organisasi pada karyawan.
Sumbangan efektif variabel gaya kepemimpinan demokratis dengan komitmen
organisasi sebesar 17,3% yang ditunjukkan oleh R² sebesar 0,173. Hal ini dapat diartikan
masih terdapat 82,7% faktor lain yang mempengaruhi komitmen organisasi selain gaya
kepemimpinan demokratis, yaitu pemberian kompensasi, pemberian penghargaan, maupun
lingkungan kerja. Dari analisis juga diketahui bahwa nilai rerata empirik gaya kepemimpinan
demokratis sebesar 108,28 dan nilai rerata hipotetik sebesar 90 yang berarti tingkat gaya