Abstract :
PT Bumi Energi Sentosa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tambang batu?bara. Kegiatan yang dilakukan adalah mulai dari penambangan batu-bara yang berada di Kintap Kalimantan
Selatan, selanjutnya dilakukan pengangkutan ke pelabuhan cenko yang sudah di pesan oleh buyer dan akan di
export ke negara tujuan. Produk utama yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah batu-bara.
Permasalahan yang kerap muncul yaitu dalam kegiatan operasional pertambangan salah satunya penentuan
stok persediaan bbm, jika terlalu sedikit akan menimbulkan kerugian karena bbm yang dibutuhkan tidak tersedia
dan mengakibatkan kemacetan produksi, sebaliknya jika terlalu banyak dalam persediaan bbm maka perusahaan
harus menambah tanggungan biaya seperti biaya simpan.
Penggunaan peramalan dengan metode moving-average adalah untuk meramalkan jumlah pemakaian yang
akan terjadi pada periode yang akan datang. Dimana pada sistem ini terdapat data prediksi yang berfungsi untuk
memprediksikan pemakaian bbm pada periode yang akan datang sehingga dapat digunakan untuk menentukan
berapa banyak jumlah persediaan bbm yang harus disiapkan untuk memenuhi kegiatan operasional dalam
memproduksi batu-bara pada periode yang akan datang.
Kesimpulan yang didapat dengan adanya sistem yang baru yaitu dapat
meningkatkan kinerja perusahaan karena proses-proses yang bersangkutan dengan aktivitas industri
tambang batu-bara seperti pengelompokkan dan perhitungan untuk memberikan data yang kompleks tentang
operasional dan performa produksi tambang batu-bara.
PT Bumi Energi Sentosa is a company engaged in the coal mining industry. The activities carried out are
starting from coal mining in Kintap, South Kalimantan, then transportation to the cenko port which has been
ordered by the buyer and will be exported to the destination country. The main product produced by this company
is coal.
Problems that often arise are in mining operations, one of which is determining the stock of fuel supplies,
if too little will cause losses because the required fuel is not available and causes production bottlenecks, on the
other hand if there is too much fuel in stock, the company must increase costs such as storage costs.
The use of forecasting with the moving-average method is to predict the amount of usage that will occur
in the future period. Where in this system there is predictive data that functions to predict fuel consumption in the
future period so that it can be used to determine how much fuel inventory must be prepared to meet operational
activities in producing coal in the coming period.
The conclusion obtained with the new system is that it can improve company performance due to processes
related to coal mining industry activities such as grouping and calculations to provide complex data on coal
mining operations and production performance.