Abstract :
The incidence of ARI in developing countries is 0.29% (151 million), in Indonesia in 2013
(25.0%) and South Kalimantan (26.7%) while in Banjarmasin City 2016 the number of
ARI sufferers is 14,575 people and Banjarmasin Indah Public Health Center in 2017 is
2,239. The high number of people with ARI can be caused by several risk factors such as
incomplete immunization, nutritional status and poor hygiene and healthy life. The
purpose of this research is to know the factors related to the incidence of ARI in mother
under five at Public Health Center Banjarmasin Indah Banjarmasin City 2018. This
research design use analytical survey with cross sectional approach. The population is
all mothers and toddlers who seek treatment at the Banjarmasin Indah Public Health
Center Banjarmasin as many as 340 people. Sample part of population counted 77 people
by using accidental sampling technique. Data analysis through chi-square test using 95%
confidence level. Toddlers at Banjarmasin Indah Public Health Center mostly did not
experience ARI of 46 people (59,7%), had complete immunization totaled 44 people
(57,1%), had normal nutrition status was 51 people (66,2%) and has a good clean and
healthy life (PHBS) of 39 people (50.6%). There is a relationship between completeness
of immunization (p value = 0.014), nutritional status (p value = 0.005), clean and healthy
life behavior (PHBS) (p value = 0.000) with the incidence of ARI in infants in
Banjarmasin Indah Health Center. For Public Health Center expected to increase
counseling, information and education efforts to mother toddler about prevention of ARI
disease
Insidensi ISPA di negara berkembang 0,29% (151 juta jiwa), di Indonesia tahun 2013
sebesar (25,0%) dan Provinsi Kalimantan Selatan (26,7%) sedangkan di Kota
Banjarmasin tahun 2016 jumlah penderita ISPA sebanyak 14.575 orang dan di Puskesmas
Banjarmasin Indah tahun 2017 sebanyak 2.239. Tingginya jumlah penderita ISPA dapat
disebabkan beberapa faktor risiko diantaranya pemberian imunisasi yang tidak lengkap,
status gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat ibu yang kurang. Tujuan penelitian untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada ibu balita di
Puskesmas Banjarmasin Indah Kota Banjarmasin tahun 2018. Rancangan penelitian ini
menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh
ibu dan balita yang berobat di Puskesmas Banjarmasin Indah Kota Banjarmasin sebanyak
340 orang. Sampel sebagian dari populasi sebanyak 77 orang dengan menggunakan
teknik accidental sampling. Analisis data melalui uji chi-square dengan menggunakan
tingkat kepercayaan 95%. Balita di Puskesmas Banjarmasin Indah sebagian besar tidak
mengalami ISPA berjumlah 46 orang (59,7%), telah mendapatkan imunisasi yang
lengkap berjumlah 44 orang (57,1%), memiliki status gizi yang normal berjumlah 51
orang (66,2%) dan memiliki perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik 39 orang
(50,6%). Ada hubungan antara kelengkapan imunisasi (p value = 0,014), status gizi (p
value = 0,005), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (p value = 0,000) dengan
kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Banjarmasin Indah. Bagi puskesmas diharapkan
dapat meningkatkan upaya konseling, informasi dan edukasi kepada ibu balita mengenai
pencegahan penyakit ISPA.