Abstract :
HIV dan AIDS termasuk penyakit infeksi yang mengancam jiwa manusia karena merupakan
masalah kesehatan global saat ini. Terapi Antiretroviral merupakan cara untuk mencegah virus HIV
menjadi AIDS. Apabila tidak patuh dalam terapi antiretroviral maka akan berakibat pada kegagalan
penekanan jumlah virus dan menyebabkan terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral (ART) pada orang dengan
HIV/AIDS (ODHA) di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini
adalah jumlah ODHA yang menjalani terapi sebanyak 580 orang. Sampel diambil dengan teknik
Purposive Sampling sebanyak 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat sebagian besar
responden patuh dalam melakukan terapi antiretroviral yaitu sebanyak 24 orang (60%). Hasil uji statistik
menggunakan Chi Square ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value = 0,001), dukungan
keluarga (p value = 0,007) dengan kepatuhan terapi antiretroviral dan tidak ada hubungan yang bermakna
antara sikap dengan kepatuhan terapi antiretroviral (p value = 0,094). Saran untuk ODHA agar lebih
meningkatkan kepatuhan minum obat dan bagi keluarga, perlu memberikan dukungan dan motivasi yang
kuat agar ODHA dapat patuh dalam menjalani terapi antiretroviral (ART).
Acquired HIV and AIDS are among the life-threatening infectious diseases because they are
currently a global health problem. ART is a way to prevent the HIV virus from becoming AIDS. If it is
not compliant in ART it will result in a failure to suppress the number of viruses and cause resistanc.
The purpose of this study is to analyze Factors associated with compliance of antiretroviral therapy
(ART) on peoples with HIV/AIDS (PWHA) in RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. The
research method used was method analytic with Cross Sectional approach. The population of this study
was the number of PWHA who underwent therapy as many of 580 peoples. Samples were taken with a
Purposive Sampling technique of 40 peoples. Based on the results of the research obtained, most of the
respondents were obedient in carrying out antiretroviral therapy as many as 24 people (60%). The results
of statistical tests using Chi Square have a significant relationship between adherence to antiretroviral
therapy with knowledge (p value = 0.001), family support (p value = 0.007) and no significant
relationship between attitudes and adherence to antiretroviral therapy (p value = 0.094). Suggestions for
PLWHA to further improve medication adherence and for families, need to provide strong support and
motivation so that PLWHA can odhere to antiretroviral therapy (ART).