Abstract :
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan memiliki beberapa sub bidang,
salah satunya pada Bagian Keuangan dan Aset. Sub bidang bagian keuangan dan aset menemukan permasalahan
yaitu persediaan barang yang masih menggunakan kuitansi dan kemudian dicatat pada buku besar, begitu pula
untuk pengawasan aset pun masih menggunakan aplikasi pengolah angka. Masalah yang ditemukan yaitu
seringkali terjadi kesalahan dalam proses pencatatan dan pendataan sehingga memerlukan waktu yang lebih
lama dan seringkali terjadi kehilangan data. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk merancang
sebuah sistem informasi manajemen inventaris pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultu ra Provinsi
Kalimantan Selatan yang dapat digunakan untuk membantu kinerja pegawai dalam pendataan, pengawasan,
serta memperbaiki sistem lama dengan menerapkan sistem yang baru dalam meningkatkan akses informasi dan
meminimalisir waktu pendataan dan laporan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data yaitu: (1)
Observasi, (2) Wawancara, dan (3) Studi Dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian diproses s ebagai
dasar untuk mengembangkan sistem informasi menggunakan metode waterfall. Adapun tahap-tahap
pengembangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah: (1) Requirements definition, (2) System
and software design, (3) Implementation and unit testing, (4) Integration and system testing, dan (5) Operation
and maintenance.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terkembangkannya sebuah sistem informasi manajemen
inventaris pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan dengan fitur s ebagai
berikut: (1) Menu Master Data untuk data kategori, satuan, jabatan, barang habis pakai, barang tidak habis
pakai, dan pegawai; (2) Menu Persediaan Barang untuk merekap transaksi data barang masuk dan barang
keluar; (3) Menu Inventarisasi untuk kategori tanah, peralatan dan mesin, Gudang dan bangunan, jalan, irigas i
dan jaringan, aset tetap lainnya, serta berita acara pemusnahan barang; (4) Menu Laporan Data. Hasil pengujian
sistem dengan metode black box menunjukkan bahwa seluruh sistem berjalan dengan baik sesuai dengan
ekspektasi yang diinginkan.
Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Adanya sistem aplikasi ini dapat mempermudah
admin dan staf sub bagian Keuangan dan Aset dalam mengelola data persediaan barang dan as et, (2) Adanya
kemudahan dan efisiensi dalam penyimpanan data persediaan barang dan aset dalam satu kesatuan basis data
tanpa perlu menggunakan aplikasi pengolah angka sebagai media penyimpanan data agar tidak terjadi kerusakan
pada data persediaan barang dan aset, serta (3) Proses pencarian data dapat dilakukan dengan lebih mudah dan
cepat. Sebagai tindak lanjut dari penelitian ini disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menyempurnakan
sistem informasi yang telah disusun.
The Department of Food Crops and Horticulture of South Kalimantan Province has several sub?sectors, one of which is in the Finance and Assets Division. Sub-sector of finance and assets found problems,
namely inventory of goods that still use receipts and then recorded in the general l edger, as well as asset
control still uses a number processing application. The problem found is that errors often occur in the recording
and data collection process so that it takes longer and often data loss occurs. Thus the purpose of this study is to
design an inventory management information system at the Department of Food Crops and Horticulture of
South Kalimantan Province which can be used to assist employee performance in data collection, monitoring,
and improving the old system by implementing a new system in increasing access to information and minimizing
time. data collection and reports.
In this study the authors used several methods to collect data, namely: (1) Observation, (2) Interview,
and (3) Documentation Study. The collected data is then processed as the basis for developing an information
system using the waterfall method. The stages of developing an information system using the waterfall method
are: (1) Requirements definition, (2) System and software design, (3) Implementation and unit testing, ( 4)
Integration and system testing, and (5) Operation and maintenance.
The results obtained from this study are the development of an inventory management information
system at the Office of Food Crops and Horticulture of South Kalimantan Province with the following features:
(1) Master Data menu for data categories, units, positions, consumables, non-consumables, and employees; ( 2)
Goods Inventory menu to recap transaction data of incoming goods and outgoing goods; (3) Inventory menu for
categories of land, equipment and machinery, warehouses and buildings, roads, irrigation and networks, other
fixed assets, as well as minutes of destruction of goods;