Abstract :
Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi
yang tinggi terutama pada balita. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian diare
pada balita. Salah satunya adalah penggunaan sumber air dan penggunaan jamban.
Tujuan penelitian yakni mengetahui hubungan antara sumber air dan penggunaan
jamban dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya
Banjarmasin. Metode penelitian yakni menggunakan jenis penelitian bersifat
analitik dengan desain Cross-Sectional. Berdasarkan hasil penelitian sumber air
menunjukkan bahwa ada hubungan antara sumber air dengan kejadian diare pada
balita ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001 < 0,05. dan hubungan antara
pengelolaan penggunaan jamban dengan kejadian diare pada balita ditunjukkan
dengan nilai p-value 0,007 < 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini yakni ada
hubungan antara sumber air dan penggunaan jamban pada kejadian diare pada
balita di wilayah Puskesmas Kuin Raya.
In Indonesia, diarrhea is a public health problem with a high prevalence,
especially in toddlers. Many factors cause diarrhea in toddlers. One of them is the
use of air sources and the use of latrines. The purpose of the study was to
determine the relationship between water sources and use of latrines with the
incidence of diarrhea in children under five in the working area of Kuin Raya
Health Center Banjarmasin.The research method is using an analytic type of
research with a Cross-Sectional design. Results Based on the research on air
sources, it shows that there is a relationship between air sources and the
incidence of diarrhea in children under five, which is indicated by a p-value of
0.001 <0.05. and the relationship between the management of using latrines and
the incidence of diarrhea in children under five was shown by a p-value of 0.007
<0.05.The conclusion of this study is that there is a relationship between water
sources and the use of latrines on the incidence of diarrhea in children under five
in the Kuin Raya Health Center area.