Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis permintaan serbuk herbal jahe (themil) selama pandemi Covid-19 dan
perbedaan permintaan sebuk herbal jahe (themil) sebelum dan sesudah covid-19 di pasar Bauntung Banjarbaru.
Variabel yang digunakan adalah pendapatan konsumen, pola konsumsi konsumen, dan harga serbuk herbal jahe
(themil). Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen yang membeli serbuk herbal jahe (themil) di pasar Bauntung
Banjarbaru. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel
yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 orang responden yang membeli serbuk herbal jahe (themil) di Pasar
Bauntung. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini
adalah Deskriptif dan Uji t berpasangan (Paired t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi,
pendapatan, dan harga jahe merah terdapat perbedaan yang nyata dan signifikan terhadap permintaan serbuk herbal
jahe (themil) selama pandemic Covid-19 di Pasar Bauntung Banjarbaru.
This study aims to analyze the demand for ginger herbal powder (themil) during the Covid-19 pandemic and
the difference in demand for ginger herbal powder (themil) before and after Covid-19 at Bauntung Market
Banjarbaru. The variables used are consumer income, consumer consumption patterns and the price of ginger herbal
powder (themil). The population in this study are consumers who buy ginger herbal powder (themil) at bauntung
Market Banjarbaru. Sampling in this study using simple random sampling method. The number of samples taken in
this study were 30 respondents who bought ginger herbal powder (themil) at Bauntung Market. This study uses
primary data and secondary data. Analysis of the data used in this study is descriptive and paired t test (Paired t test).
The results showed that the consumption pattern, income, and price of red ginger had real and significant differences
in the demand for ginger herbal powder (themil) during the Covid-19 pandemic at Bauntung Market banjarbaru.