Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pengendalian internal pendapatan PT.
Sumber Sehat Liang Anggang Banjarbaru telah diterapkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan karena PT.
Sumber Sehat Liang Anggang Banjarbaru memiliki beberapa permasalahan mengenai pesanan barang yang
tidak sesuai sehingga pengendalian intern pendapatan kurang memadai.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah
observasi, wawancara, dokumentasi, dan riset perpustakaan. Teknik analisis data yang digunakan untuk
menjawab masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Hasil dari penelitian ini meniunjukan bahwa penerapan pengendalian internal pendapatan pada PT.
Sumber Sehat Liang Anggang Banjarbaru sebagian besar tidak dilakuakn dengan baik dan mengakibatkan
pendapatan selama tiga tahun terakhir yang kurang maksimal pada PT Sumber Sehat Liang Anggang Banjarbaru
disebabkan oleh kurang kesiapan armada pengangkutan, kurangnya tenaga administrasi, komunikasi yang
kurang baik antar bagian dan karyawan rangkap tugas dan jabatan.
This study aims to find out whether the implementation of internal control of PT. Source Healthy Liang
Anggang Banjarbaru has been implemented to the maximum. This research was conducted because pt. Sumber
Sehat Liang Anggang Banjarbaru has several problems regarding inappropriate orders for goods so that
internal control of income is inadequate.
The type of research conducted is quantitative. The data collection techniques carried out are
observation, interviews, documentation, and library research. The data analysis technique used to answer the
problems raised in this study is descriptive analysis.
The results of this study show that the implementation of internal control of income in PT. Sumber
Sehat Liang Anggang Banjarbaru was mostly not well done and resulted in less than optimal income for the last
three years at PT Sumber Sehat Liang Anggang Banjarbaru due to lack of readiness of the transportation fleet,
lack of administrative personnel, poor communication between sections and employees with concurrent duties
and positions.