Abstract :
Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang bisa berasal dari ductus ataupun lobulusnya.
Kanker payudara umumnya dialami oleh Wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan dialami oleh pria.
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara deteksi dini untuk menemukan kelainan pada
payudaranya yang kemungkinan kanker payudara. Namun saat ini masih banyak remaja putri yang tidak tahu akan
praktik SADARI. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan keterpaparan informasi tentang
deteksi dini kanker payudara dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja. Jenis
penelitian ini adalah survey analitik dan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian
dilakukan pada bulan juni 2022 di dua sekolah, yaitu SMPN 1 Sampanahan dan SMAN 1 Sampanahan Populasi
penelitian sebanyak 95 siswi, dengan pengambilan sampel secara total sampling. Terdapat hubungan bermakna
Pengetahuan, sikap, dan keterpaparan informasi. Ketiga pengaruh tersebut dapat mempengaruhi terjadinya praktik
SADARI. Disarankan bagi sekolah SMP 1 dan SMA 1 Kecamatan Sampanahan Kabupaten Kotabaru agar
menambahkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara dengan Praktik SADARI pada mata pelajaran
IPA.
Breast cancer is a malignancy in breast tissue that can come from the ductus or lobule. Breast cancer is generally
experienced by women, but it does not rule out the possibility of being experienced by men. Breast self?examination (SADARI) is one of the early detection methods to find abnormalities in her breasts that are possible
breast cancer. But nowadays there are still many young women who do not know the practice of SADARI. The
purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and exposure of information about
early detection of breast cancer with the practice of breast self-examination (SADARI) in adolescents. This type
of research is an analytical survey and quantitative method with a Cross sectional approach. The study was
conducted in June 2022 in two schools, namely SMPN 1 Sampanahan and SMAN 1 Sampanahan The study
population was 95 students, with total sampling. There is a meaningful relationship of Knowledge, attitude, and
exposure to information. These three influences can affect the occurrence of SADARI practices. It is recommended
for schools of SMP 1 and SMA 1, Sampanahan District, Kotabaru Regency, to add knowledge about early
detection of breast cancer with SADARI Practices in science subjects.