Abstract :
Perundungan masih banyak sekali terjadi dinstansi Pendidikan maka, pemerintah turun dengan membuatkan program anti perundungan ini disetiap sekolah dengan yang beranggotakan siswa siswi sekolah itu sendiri untuk menanamkan hal-hal yang positif kepada teman sebayanya serta tidak luput dari tugas guru Bimbingan dan Konseling untuk membantu siswa bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Maka kolaborasi keduanya dapat menciptakan iklim yang aman dan nyaman untuk anak belajar. Penelitian bertujuan mengetahui visi misi dan program kerja agen perubahan, untuk mengetahui dampak keberadaan agen perubahan dan untuk mengetahui bagaimana kolaborasi antara guru BK dan Agen Perubahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan subyek guru Bk, Anggota Agen perubahan dan Siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru BK serta agen perubahan berkolaborasi dengan baik untuk melawan perundungan disekolah. Sebelum adanya agen perubahan banyak warga sekolah beranggapan bahwa perundungan adalah suatu hal yang biasa, namun setelah adanya agen perubahan anti perundungan para siswa dan guru serta warga sekolah lainnya menjadi lebih paham dan mengerti akan bahayanya perundungan dan memiliki dampak positif bagi warga sekolah diantaranya timbul kesadaran diri untuk selalu berperilaku baik dan menebarkan kebaikan sesama manusia