Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan advokasi guru bimbingan konseling terhadap siswi bercadar
pada SMPN 6 Banjarbaru dan untuk mengetahui pandangan dan prilaku siswa atau siswi lain terhadap siswi
yang menggunakan cadar di SMPN 6 Banjarbaru. Metode yang dijadikan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian diskriftif kuaitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah layanan advokasi terhadap siswi
bercadar pada SMPN 6 Banjarbaru terlaksana dengan baik dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Siswi
bercadar mendapatkan kembali kepercayaan diri, sudah merasa diterima dan tidak ada lagi anggapan negatif
tentang cadar.adanya siswa yang kurang pengetahuan tentang hukum cadar dalam islam dan fungsi carad bagi
wanita serta antara siswa dan siswi bercadar kurang berinteraksi dan komunikasi sehingga menimbulkan
kesalahpahaman serta anggapan-anggapan negative terhadap wanita bercadar yang mengakibatkan siswi
bercadar dapat perlakuan kurang menyenangkan dari sebagian temannya.
This study aims to find out the advocacy services of counseling guidance teachers for students with disabilities
at SMPN 6 Banjarbaru and to find out the views and behaviors of other students or students towards students
who use veils at SMPN 6 Banjarbaru. The method used in this study is a quantifiable discriminatory research
method. The results obtained from this study are thatthe advocacy for female students with disabilities at SMPN
6 Banjarbaru was carried out well and got the expected results. Female students have regained confidence,
have felt accepted and there are no more negative assumptions about the veil.there are students who lack
knowledge about veil law in Islam and the function of carad for women and between students and students with
poor interaction and communication, causing misunderstandings and negative assumptions towards women
with disabilities that result in female bercadars getting unpleasant treatment from some of their friends