Abstract :
Perusahaan konstruksi bergerak dalam bidang pembuatan proyek-proyek konstruksi, seperti proyek
pembuatan gedung-gedung, jembatan dan lain sebagainya. Dalam proyek konstruksi terdapat
berbagai tahapan yang berkaitan dengan manajemen konstruksi, yang di dalamnya terdapat berbagai
permasalahan, baik dalam estetika bangunan maupun mengenai waktu pelaksanaan pekerjaan.
Sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan diperlukan suatu system untuk Manajemen Waktu (Time
Management) agar dalam pelaksanaannya dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai yang telah
direncan. Penyajian data proyek pembangunan instalasi farmasi, meliputi data anggaran biaya
proyek, data pekerjaan, dan penjadwalan proyek. Berdasarkan data penelitian tersebut, selanjutnya
ditentukan jalur kritis keterlambatan pelaksanaan proyek sehingga dikemukakan pembahasan
berkaitan dengan penambahan jam kerja (lembur) menggunakan aplikasi MS Project.Percepatan
dengan metode alternatif berupa penambahan jam kerja (lembur) pada proyek pembangunan
instalasi farmasi tersebut diperoleh nilai total cost slope sebesar Rp. 967.637,18 pada lembur jam ke
1, sebesar Rp. 2.902.002,50 pada lembur jam ke 2, dan sebesar Rp. 1.365.256,72 pada lembur jam
ke 3.
Construction companies are engaged in making construction projects, such as projects for building
buildings, bridges and so on. In a construction project, there are various stages related to
construction management, in which there are various problems, both in the aesthetics of the
building and regarding the timing of the work. So that in carrying out the work, a system for Time
Management is needed so that in its implementation it can be completed on time as planned.
Presentation of project data for pharmaceutical installations, including project budget data, work
data, and project scheduling. Based on the research data, the critical path for project
implementation delays was then determined so that a discussion related to the addition of working
hours (overtime) was determined using the MS Project application. Acceleration with an alternative
method in the form of additional working hours (overtime) on the pharmaceutical installation
development project, the total cost slope value is Rp. 967,637.18 at the 1st hour of overtime,
amounting to Rp. 2.902.002.50 in the 2nd hour of overtime, and Rp. 1,365,256.72 on the 3rd hour
of overtime.