Abstract :
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui komunikasi publik yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi kalimantan Selatan terkait pelayanan angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT), kemudian untuk mengetahui media apa saja yang digunakan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan dalam menarik minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT), serta untuk mengetahui bagaimana upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam pelayanan publik terkait angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT). Metode penelitian yang dipakai menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan dokumentasi kepada 2 orang informan. Analisis data menggunakan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi publik Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan yang digunakan, yaitu komunikasi publik secara langsung dan secara tidak langsung dan juga komunikasi verbal dan non verbal. Pemanfaatan yang maksimal pada media massa mendukung komunikasi publik yang telah disampaikan kepada publik. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai teknik dan metode dalam menyampaikan komunikasi dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat.
The objectives of this study are to find out the public communication implemented by the South Kalimantan Provincial Transportation Office regarding Bus Rapid Transit (BRT) public transportation services. The research method uses a qualitative approach method with a qualitative type of descriptive research. Data was collected by means of interviews and documentation to 2 informants. Data analysis uses with data collection, data processing, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the public communication strategy of the South Kalimantan Provincial Transportation Agency was used, namely direct and indirect public communication and also verbal and non-verbal communication. Maximum utilization of the mass media used such as Instagram social media, print media and online media supports the public communication conveyed. However, the lack of human resources who master techniques and methods in delivering public communication can cause misinterpretations from the public, especially public transportation and the existence of bus rapid transit (BRT).