Abstract :
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah masalah kurang gizi yang berlangsung dalam
waktu lama, yaitu hitungan tahun. Menurut Depkes RI tahun 2002 menyatakan bahwa
kurang energi merupakan keadaan penderita kekurangan makanan yang berlangsung
pada ibu hamil. Kurang gizi akut disebabkan karena tidak mengkonsumsi makanan
dalam yang cukup baik dari segi kandungan gizi untuk periode tertentu. Jenis penelitian
ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan cross
sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental
Sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 75 ibu hamil yang bersedia menjadi
responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square didapat nilai (p) 0,001 ?
(alpha) 0.05, maka Ha diterima yang artinya ada hubungan pola makan dengan kejadian
KEK pada ibu hamil di Puskesmas Alalak Tengah. Berdasarkan hasil penyajian dan
pembahasan penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan kejadian KEK paling
banyak adalah tidak mengalami KEK sebanyak 56 ibu hamil (74,7%). Pola makan ibu
hamil yang paling banyak masuk ke dalam kategori cukup sebanyak 32 ibu hamil
(42,7%). Ada hubungan yang signifikan pola makan dengan kejadian KEK pada ibu
hamil di Puskesmas Alalak Tengah, dengan nilai p 0,001 dimana nilai ? (alpha) 0,05.
Chronic Energy Deficiency (KEK) is a problem of malnutrition that lasts for a long time,
which is a matter of years. According to the Ministry of Health of the Republic of
Indonesia in 2002, lack of energy is a condition of sufferers of food shortages that occur
in pregnant women. Acute malnutrition is caused by not consuming food that is good
enough in terms of nutritional content for a certain period. This type of research is a type
of quantitative research with the research method used is cross sectional. Sampling in
this study used the Accidental Sampling technique. The sample in this study amounted
to 75 pregnant women who are willing to be respondents. The results of statistical tests
using Chi-square obtained a value of (p) 0.001 ? (alpha) 0.05, then Ha is accepted, which
means that there is a relationship between diet and the incidence of CED in pregnant
women at the Alalak Tengah Health Center. Based on the results of the presentation and
discussion of the research above, it can be concluded that the most cases of CED were
not experiencing CED as many as 56 pregnant women (74.7%). The diet patterns of
most pregnant women fall into the sufficient category as many as 32 pregnant women
(42.7%). There is a significant relationship between diet and the incidence of CED in
pregnant women at the Alalak Tengah Health Center, with a p value of 0.001 where the
value ? (alpha) = 0.05.