Abstract :
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil laporan tahunan di Puskesmas Gambut kasus kejadian ISPA selalu menduduki peringkat pertama dalam 10 penyakit terbanyak di UPT. Puskesmas Gambut. Pada tahun 2019 kasus kejadian ISPA berjumlah 3.075 kasus, sedangkan pada tahun 2020 kasus kejadian ISPA berjumlah 1.180 kasus, dan terdapat peningkatan pada tahun 2021 yaitu sebanyak 4.337 kasus kejadian ISPA. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPT. Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 67 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Untuk analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisis uji statistic Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai (p-value = 0,025 < 0.05), dan ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita dengan menunjukan nilai (p-value = 0,000 < 0.05). Disarankan instansi Puskesmas dapat memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan program sosialisasi, penyuluhan tentang ISPA serta pelayanan ASI Eksklusif di masyarakat sehingga tingkat keberhasilan program ASI Eksklusif lebih ditingkatkan lagi.