Abstract :
Sudut kemiringan sudu memiliki peranan penting dalam meningkatkan dorongan air
apabila di arahkan dengan tepat, dengan keunggulan geometri bentuk dan lengkungan yang sesuai,
Cross-flow di kenal dengan bentuk sudu lengkung sangat jarang menggunakan bentuk sudu jenis
lain padahal data tersebut sangat di butuhkan untuk pengembangan Cross-flow, sehingga pada
penelitian ini menggunakan airfoil naca 0012 dengan variasi sudut kemiringan sudu.
Efisiensi yang di miliki turbin Cross-flow lebih besar dari pada kincir air, tinggal
bagaimana mengoptimalkan kinerja sudu, sehingga pemakaian turbin ini lebih menguntungkan
dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya karena airfoil
naca 0012 memiliki efek gaya angkat yang baik. Metode penelitian ini menggunakan metode
eksprimental, dan Adapun menjadi rumusan permasalahan yaitu pengaruh sudut kemiringan sudu
naca 0012 terhadap performance turbin Cross-flow.
Hasilnya sudut kemiringa sudu yang memiliki pengaruh paling besar di tunjukkan sudut
170
0
di mana debit aliran sebesar 0,15 l/s, tekanan aliran 0,21 Mpa, putaran sebesar 351,0 rpm,
dan daya sebesar 185,8 Watt. Selanjutnya hasil sudut kemiringa sudu 140
lebih rendah di mana
debit aliran sebesar 0,15 l/s, tekanan aliran 0,21 Mpa, putaran sebesar 282,7 rpm, dan daya sebesar
51,17 Watt. Sedangkan sudut kemiringa sudu 110
0
hanya menghasilkan debit aliran sebesar 0,15
l/s, tekanan aliran 0,21 Mpa, , putaran sebesar 183,6 rpm, dan daya sebesar 0,41 Watt.