Abstract :
Prevalensi balita kekurangan gizi di Kalimantan Selatan mencapai 30%, dimana Kota Banjarmasin sebagai ibu
kota berada di peringkat ke-9 dari 13 kabupaten/kota yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan pengetahuan, pendidikan, dan pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di
Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang
bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki
balita berusia 1-5 tahun di Kelurahan Alalak Selatan dan pengambilan sampel menggunakan teknik accident
sampling dengan sampel sebanyak 90 responden. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui kuesioner dan
rekam medis, yang dianalisis memakai analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian
yang didapatkan yaitu terdapat 17 balita stunting, mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 46 orang,
pendidikan ibu didominasi oleh tingkat pendidikan dasar sebanyak 70 orang, serta penerapan pola asuh
pemberian makan lebih banyak diterapkan secara tepat (63,3%). Terdapat hubungan penget ahuan ibu dengan
kejadian stunting pada balita dimana hasil nilai p = 0,001 < 0,05. Tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan
kejadian stunting pada balita dimana hasil nilai p = 0,754 > 0,05. Terdapat hubungan pola asuh pemberian
makan dengan kejadian stunting pada balita dimana hasil nilai p = 0,000 < 0,05. Disarankan agar mampu
memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap ibu hamil maupun ibu yang memiliki balita untuk dapat
mencegah terjadinya stunting.
The prevalence of malnourished children under five in South Kalimantan reaches 30%, where Banjarmasin City
as the capital city is ranked 9th out of 13 districts/cities. The purpose of this study was to determine the
relationship between knowledge, education, and feeding parenting with the incidence of stunting in toddlers in
the Work Area of the South Alalak Health Center in 2022. Methods The research used is analytic quantitative
with a cross sectional approach. The population in this study were mothers wh o have toddlers aged 1-5 years in
the South Alalak Village and the sampling used accident sampling techniques with a sample of 90 respondents.
The research data was collected through questionnaires and medical records, which were analyzed using
univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study showed that there were 17
stunting toddlers, the majority of mothers had good knowledge of as many as 46 people, maternal education
was dominated by the basic education level of as many as 70 people, and the application of feeding parenting
was more appropriately applied (63.3%). There is a relationship between a mother's knowledge and the
incidence of stunting in toddlers where the p value is 0.001 <0.05. There is no relationship between a mother's
education and the incidence of stunting in children under five where the p value is 0.754 > 0.05. There is a
relationship between feeding parenting and the incidence of stunting in toddlers where the p value is 0.000
<0.05. It is recommended to be able to provide counseling and guidance to pregnant women and mothers who
have toddlers to prevent stunting.