Abstract :
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penting di
Indonesia dan sering menimbulkan suatu letusan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan kematian yang besar.
penggunaan insektisida kimia (Abate) secara terus menerus dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan
manusia serta menyebabkan nyamuk menjadi resistensi. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida
alami adalah daun salam karena bersifat mudah terurai (bio-degredable) dan relatif aman bagi manusia. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui persentase dan perbedaan kematian larva Aedes aegypti serta mengetahui Lethal
Time dan Lethal Concentration. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tanah
Bumbu. Metode penelitian yaitu true eksperimental dengan rancangan penelitian posttest only control group design.
Hasil Uji Kruskall Wallis menunjukkan semua data menunjukkan nilai < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang
bermakna. Penelitian ini menggunakan kelompok perlakuan dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 2 kelompok
kontrol yaitu kontrol positif dan kontrol negatif sebanyak 4 kali pengulangan. Besar sampel berjumlah 720 sampel
larva Aedes Aegypti. Hasil pengamatan ekstrak daun salam menunjukkan hasil akhir tertinggi di konsentrasi 7%
yaitu sebesar 84,2% setelah 24 jam pengamatan. Hasil uji probit dalam konsentrasi 7% menunjukkan nilai LT50
16,452 jam dan nilai LT99 33,943 jam. Hasil uji probit dalam waktu 24 jam menunjukkan nilai LC50 3,048% dan
nilai LC99 6,992%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi minimal ekstrak daun
salam yang dibutuhkan untuk mematikan 100% larva Aedes aegypti.