Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa umur induk yang baik untuk penetasan telur ayam broiler dan berapa berat telur tetas yang baik untuk penetasan telur ayam broiler. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan eksperimental di lokasi perusahaan penetasan telur PT Patriot Intan Abadi di Pulau Sari Tanah Laut. Data yang dikumpulkan dilakukan analisa ragam berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dimana faktor pertama yaitu perlakuan umur induk (3 kelompok umur induk), dan faktor kedua yaitu berat telur tetas (2 kelompok berat telur tetas) masing-masing dengan 3 ulangan. Hasil analisis ragam) menunjukkan bahwa perlakuan umur induk dan berat telur berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas telur sedangkan berat telur juga berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas telur. Ada interaksi umur induk dengan berat telur, maka disimpulkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata. Besar atau kecilnya nilai fertilitas telur dipengaruhi oleh umur induk ayam. Semakin tua umur indukan maka fertilitas telur juga akan semakin menurun. Uji hasil analisis ragam (lampiran 9), diketahui bahwa umur induk tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kematian embrio pada perlakuan A1-A3. kematian embrio tertinggi pada umur induk A3 (50-59) 19.71%. Sedangkan pada umur induk A2 (40-49) 17.32% dan umur induk A1 (30-39) 15.34%. Hal ini diduga karna suhu penetasan yang tidak sesuai dan pemutaran telur.