Abstract :
Preeklampsia yakni hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah ?140/90 mmHg
setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria ? 300 mg/24 jam (Nugroho, 2013). Jumlah
kematian ibu di Indonesia yaitu sebanyak 4.221 kasus disebabkan oleh pendarahan (30,3%), preeklampsia
(27,1%), infeksi (7,3%), abortus (1,6%). Tujuan dari peneltian ini yaitu menganalisis faktor yang berhubungan
dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSKIA Annisa Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan
pendekatan case control dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive Sampling dan jumlah sampel
sebagai kasus 8 ibu hamil dan kontrol 24 ibu hamil, sedangkan pengolahan dan analisis data menggunakan Uji
Rank Spearman. Hasil uji menunjukkan bahwa dari 32 responden sebagian besar tidak preeklampsia 24
responden (75%), sebagian besar berusia tidak beresiko 30 responden (93,8%), sebagian besar paritas tidak
beresiko 19 responden (59,4%), sebagian besar tidak ada riwayat hipertensi 22 responden (68,8%), sebagian
besar pendidikan tinggi 17 responden (53,1%), sebagian besar tidak bekerja 18 responden (56,2%), sebagian
besar bersikap positif 27 responden (84,4%). Analisis uji Rank Spearman menunjukkan ada hubungan usia (p-
value = 0,010), riwayat hipertensi (p- value = 0,000) dan sikap (p- value = 0,000) dengan kejadian
preeklampsia di RSKIA Annisa Banjarmasin. Tidak ada hubungan paritas (p-value = 0,155), pendidikan (p-
value = 0,321) dan status pekerjaan (p- value = 0,692) dengan kejadian preeklampsia di RSKIA Annisa
Banjarmasin. Diharapkan bagi instansi lebih meningkatkan layanan ANC, membuat program penyuluhan
kunjungan rumah kepada pasangan usia subur, ibu hamil, dan suami serta keluarga ibu hamil agar menambah
wawasan dalam mencegah faktor risiko masalah kehamilan.