Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menggambarkan kinerja dari Dinas Sosial Kota Banjarbaru dalam pengelolaan gelandangan dan pengemis, serta faktor kendala dalam pengelolaan kinerja Dinas Sosial Kota Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, obsarvasi dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu kondensasi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Sosial dalam pengelolaan gelandangan dan pengemis di Kota Banjarbaru belum berjalan secara optimal karena dilihat dari adanya 5 (lima) indikator teori kinerja menurut Agus Dwiyanto dalam Isnah (2022) yaitu Produktivitas, Kualitas Pelayanan, Responsivitas, Responbilitas, dan Akuntabilitas yang belum berjalan secara optimal sesuai hasil dari lapangan.