Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
anwar, Adinda Khairunnisa
Subject
HJ Public Finance
Datestamp
2024-03-18 06:01:04
Abstract :
Abstrak
Adinda Khairunnisa Anwar. 19.11.0128.
?Strategi Komunikasi Dinas Komunikasi Informatika
dan Statistik Kota Banjarmasin Dalam Mensosialisasikan Aplikasi Layanan Aspirasi Dan
Pengaduan Online Rakyat (Lapor)?. Bimbingan Ibu Risa dwi Ayuni sebagai Pembimbing
Utama dan Bapak M. Agus Humaidi sebagai Co Pembimbing.Tujuan penelitian adalah (1)
Untuk mempelajari rencana komunikasi yang digunakan oleh Program Layanan Aspirasi dan
Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) Kota Banjarmasin Kantor Komunikasi Informasi dan
Statistik untuk menyebarkan kesadaran akan program tersebut, (2) Analisis elemen pendukung
strategi komunikasi yang digunakan oleh Dinas Komunikasi Statistik dan Informasi Kota
Banjarmasin untuk menyebarkan kesadaran Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan
Masyarakat (LAPOR) Online, dan (3) Mengidentifikasi hambatan strategi komunikasi
Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang dilaksanakan oleh
Dinas Komunikasi Statistik dan Informasi Kota Banjarmasin. Karena fakta bahwa penelitian
dilakukan dalam pengaturan alami, metode pendekatan penelitian kualitatif sering disebut
sebagai metode penelitian naturalistik. Purposive sampling yang melibatkan pemilihan
informan dengan pengetahuan luas tentang topik yang diperiksa digunakan untuk
mengidentifikasi informan yang akan menjadi subjek penelitian ini. Menganalisis data secara
kualitatif meliputi reduksi data, tampilan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) ada lima fase membentuk strategi komunikasi: penelitian,
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. (2) Fakta bahwa setiap kegiatan sosialisasi
selalu disetujui dan didukung oleh pemerintah dan organisasi lain, kelayakan fasilitas seperti
alat bantu komputer dalam konflik, dan ketersediaan jaringan cairan untuk memungkinkan
proses pelaporan dan pelaporan berfungsi dengan lancar adalah semua elemen yang
memungkinkan, dan (3) Karena sebagian besar peserta sosialisasi aplikasi LAPOR berusia di
atas 45 tahun, masih ada sebagian masyarakat yang kesulitan memahami aplikasi LAPOR
berbasis online. Selain itu, sebagian besar dari mereka yang menghadiri sosialisasi tidak pernah
menggunakan ponsel Android.