Abstract :
Jalan Ahmad Yani adalah salah satu jalan nasional yang ada di Kalimantan Selatan. Pada ruas
jalan tersebut, tepatnya Km. 23-24 wilayah Kota Banjarbaru sering kali terjadi limpasan drainase
yang menyebabkan banjir. Banjir tersebut menghambat mobilitas dan aktifitas masyarakat kota.
Kondisi ini menimbulkan perlunya untuk mengidentifikasi penyebab utama terjadinya debit
limpasan drainase untuk menemukan solusi alternatif yang efektif dan ekonomis.
Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini adalah data curah hujan, data tata guna lahan,
data topografi, data catchmen Area dan data eksisting kondisi saluran di lokasi studi. Data curah
hujan dianalisis dengan metode Log Pearson III dan Gumbel, kemudian diuji dengan Chi Kuadrat
untuk memilih distribusi statistik yang diterima. Data curah hujan tersebut dianalisa ke dalam
intensitas hujan jam-jaman menggunakan metode mononobe. Intensitas hujan dianalisa
menggunakan metode rasional untuk mendapatkan debit rencana (Qrencana). Selanjutnya (Qrencana)
tersebut dibandingkan dengan (Qeksisting) dan (Qnormalisasi). Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan
(Qrencana) sebesar 0,67 m3/detik, (Qeksisting) saluran bentuk lingkaran sebesar 0,28 m3/detik, dan
saluran persegi sebesar 0,44 m3/detik. (Qnormalisasi) saluran lingkaran sebesar 0,35 m3/detik.
diperoleh hasil perbandingan yaitu (Qeksisting ) < (Qrencana), (Qnormalisasi) < (Qrencana). Sehingga dapat
disimpulkan bahwa penyebab limpasan drainase adalah kondisi (Qeksisting) tidak mampu
menampung (Qrencana) yang disebabkan karena dimensi yg terlalu kecil. Maka dari itu di lakukan
perencanaan (modifikasi) dimensi saluran dan berdasarkan hasil perhitungan (Qmodifikasi) >
(Qrencana), sehingga solusi dengan cara memodifikasi atau perencanaan ulang dimensi saluran
drainase ialah sangat efektif.
Ahmad Yani Street is one of the national roads in South Kalimantan. On the road, exactly Km. 23-24 Banjarbaru City area often occurs drainage runoff which causes flooding. The floods hampered the mobility and activities of the urban community. This condition raises the need to identify the main causes of drainage runoff to find effective and economical alternative solutions. Data needed in writing this essay are rainfall data, land use data, topographic data, catchment data area and existing data on the condition of the channel at the study location. Rainfall data were analyzed by Log Pearson III and Gumbel methods, then tested by Chi Square to choose the statistical distribution received. The rainfall data was analyzed into the intensity of hourly rain using the mononobe method. Rain intensity is analyzed using the rational method to get the planned discharge (Q plan). Furthermore (Q plan) is compared with (Qexisting) and (Qnormalization).
Based on the calculation results obtained (Qrencana) of 0.67 m3 / second, (Qexisting) a circular channel of 0.28 m3 / second, and a square channel of 0.44 m3 / second. (Normalization) circle channel of 0.35 m3 / sec. Obtained from the results namely (Qexisting) <(Qrencana), (Qnormalisasi) <(Qrencana). Drainage Runoff Drainage is a condition (Qexisting) that is unable to Request (Qrencana) which causes due to dimensions that are too small. Therefore planning (modifying) the dimensions of the channel and based on the results of calculations (modification)> (Qrencana), so that the solution by regulating or re-planning the dimensions of the drainage channel is very effective.