Abstract :
Getaran adalah suatu fenomena alam yang terjadi pada banyak sistem mekanik termasuk pada mesin dan komponen penyusun yang ada. Komponen penyusun pada mesin memerlukan pemantauan dan perawatan berkala agar fungsi kerja dari mesin dapat berjalan dengan baik. Salah satu komponen mesin yang sulit untuk dijangkau adalah Bearing. Pada proses analisa terhadap bearing, pengujian dilakukan dengan metode pengambilan data getaran untuk mengukur besar getaran yang terjadi pada bearing dengan arah posisi radial dan aksial agar dapat mengetahui jenis kerusakan yang dialami dengan mengamati parameter nilai getaran yang dihasilkan pada saat mesin bekerja. Proses analisa getaran pada bearing dilakukan pada media putar dengan kecepatan 1.660 rpm untuk membandingkan nilai amplitudo dan frekuensi sebagai parameter bearing pada kondisi baik, kerusakan lintasan luar (outer race) dan kerusakan lintasan dalam (inner race). Bearing dengan kondisi kerusakan lintasan menunjukkan nilai parameter getaran amplitudo maupun frekuensi yang lebih besar dari kondisi awal. Dimana nilai amplitudo pada bearing kondisi baik sebesar 3,3 m/s dan frekuensi 27,67 Hz, pada bearing kerusakan lintasan luar sebesar 6,1 m/s dan frekuensi 88,26 Hz, dan pada bearing kerusakan lintasan dalam sebesar 5,2 m/s dan frekuensi 132,33 Hz.