Abstract :
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar cair dengan frekuensi lebih sering (biasanya 3 kali atau lebih) dalam satu hari. Data Puskesmas Sikui tahun 2023 sebanyak 77 balita mengalami diare, tahun 2024 sebanyak 66 balita, dan pada tahun 2025 sebanyak 22 balita (Januari-Mei, 2025). Rendahnya PHBS yang dilakukan oleh keluarga serta sanitasi lingkungan yang buruk menjadi salah satu penyebab terjadinya diare pada balita. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sikui Kabupaten Barito Utara Tahun 2025. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Sikui Kabupaten Barito Utara sebanyak 168 balita berdasarkan buku KIA, sampel sebanyak 63 balita dengan teknik simple random sampling, analisis yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian balita tidak mengalami diare sebanyak 37 responden (58,7%), pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (44,4%), sikap negatif sebanyak 36 responden (57,1%), sanitasi lingkungan kurang sebanyak 27 responden (42,9%), personal hygine kurang sebanyak 26 responden (41,3%). Ada hubungan pengetahuan (p value 0,000), sikap (p value 0,000), sanitasi lingkungan (p value 0,000) dan (p value 0,000) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sikui Kabupaten Barito Utara Tahun 2025. Diharapkan orangtua dapat meningkatkan perilaku PHBS dengan baik serta menjaga lingkungan sekitar bersih