Abstract :
Usaha peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor usaha peternakan yang memiliki peluang ekonomi cukup besar, namun keberhasilan usaha sangat dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan, sistem perkandangan, biaya produksi, serta kemampuan dalam mengelola keuntungan usaha. Salah satu teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas ayam broiler adalah penggunaan sistem kandang closed house yang mampu menciptakan kondisi lingkungan pemeliharaan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan, tingkat efisiensi usaha, serta analisis titik impas (Break Even Point/BEP) dan Margin of Safety (MOS) pada usaha ayam broiler sistem kandang closed house semi permanen milik Bapak Ervan Muhammad. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melakukan analisis ekonomi usaha berdasarkan data produksi dan biaya operasional selama tiga periode pemeliharaan. Analisis yang dilakukan meliputi perhitungan keuntungan, efisiensi usaha berdasarkan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), analisis Break Even Point (BEP) unit dan rupiah, serta Margin of Safety (MOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam broiler sistem kandang closed house semi permanen milik Bapak Ervan Muhammad selama tiga periode memperoleh keuntungan sebesar Rp142.886.354 dengan rata-rata keuntungan Rp47.628.784 per periode pada populasi kandang sebanyak 11.725 ekor, dengan keuntungan sebesar Rp4.062/ekor. Nilai efisiensi usaha berdasarkan analisis R/C Ratio diperoleh sebesar 1,09, yang menunjukkan bahwa usaha tersebut tergolong efisien karena nilai R/C Ratio lebih besar dari 1 dan mampu memberikan keuntungan. Hasil analisis titik impas menunjukkan bahwa usaha mencapai kondisi impas pada produksi minimal sebesar 2.183 ekor/periode atau 4.628 kg/periode dengan nilai BEP rupiah sebesar Rp98.582.583. Nilai BEP harga penjualan diperoleh sebesar Rp42.645/ekor atau Rp20.701/kg. Nilai Margin of Safety (MOS) menunjukkan bahwa usaha masih mampu bertahan terhadap penurunan penjualan sebesar 81,38% berdasarkan jumlah ekor, 80,89% berdasarkan bobot produksi, dan 82% berdasarkan nilai rupiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha ayam broiler sistem kandang closed house semi permanen milik Bapak Ervan Muhammad merupakan usaha yang menguntungkan, efisien, dan memiliki tingkat keamanan usaha yang baik dalam menghadapi risiko penurunan penjualan.