Abstract :
ABSTRAK\r\n\r\nSalah satu penyakit yang berakibat fatal jika tidak diterapi dengan serius adalah diare, sesuai keadaaan dimana setengah dari seluruh komponen tubuh balita adalah air,menyebabkan balita rentan mengalami penurunan cairan tubuh. Penerapan hidup bersih dan sehat yang kurang diterapkan di kehidupan sehari-hari dan masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan sarana air bersih yang memenuhi syarat. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 2 milyar kasus diare dan 1,9 juta anak balita meninggal karena diare di seluruh dunia setiap tahun. Dari semua kematian tersebut, 78% terjadi di negara berkembang, terutama di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di desa panuut kabupaten murung raya. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah populasi (KK) yang mempunyai balita 1-5 Tahun yang bertempat tinggal Di Desa Panuut Kabupaten Murung Raya yang terdiri dari 4 RT 102 KK dengan jumlah Sampel 51 responden. Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian dari 51 responden terdapat 56,9% Balita yang terkena Diare, terdapat (52,9%) Pengetahuan Ibu Yang kurang, dan terdapat ada (67,7%) untuk Hygiene Perorangan yang baik. Ada hubungan pengetahuan (p-value =0,038), hygiene perorangan (p-value =0,003), sarana air bersih (p-value =0,000), di Desa Panuut Kabupaten Murung Raya. Rekomendasi dari studi ini agar penelitian selanjutnya lebih mengembangkan hasil penelitian dengan menggunakan variabel yang berbeda seperti peran petugas kesehatan terhadap kejadian diare pada balita.\r\n\r\nKata Kunci : Diare, Pengetahuan, Hygiene Perorangan, Sarana Air Bersih\r\n\r\nABSTRACT\r\n\r\nOne of the diseases that is fatal if not treated seriously is diarrhea, according to the situation where half of all components of the body of toddlers are water, causing toddlers to be susceptible to a decrease in body fluids. The application of clean and healthy living is not applied in daily life and there are still many people who do not use qualified clean water facilities. According to WHO and UNICEF, there are about 2 billion cases of diarrhea and 1.9 million children under five die from diarrhea worldwide every year. Of all these deaths, 78% occurred in developing countries, especially in the African and Southeast Asian regions. The purpose of this study was to determine the factors related to the incidence of diarrhea in toddlers in Panuut Village, Murung Raya Regency. The population in this study is the population (KK) who have toddlers 1-5 years old who live in Panuut Village, Murung Raya Regency which consists of 4 RTs 102 families with a sample of 51 respondents. Sampling technique using simple random sampling. The results of the study from 51 respondents were 56.9% of toddlers affected by diarrhea, there was (52.9%) lack of maternal knowledge, and there was (67.7%) for good individual hygiene. There was a relationship between knowledge (p-value = 0.038), individual hygiene (p-value =0.003), clean water facilities (p-value = 0.000), in Panuut Village, Murung Raya Regency. The recommendation of this study is that further research should further develop the results of the study by using different variables such as the role of health workers in the incidence of diarrhea in toddlers.\r\n\r\nKeywords : Diarrhea, Hygiene, Water