Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan digital wellness dalam penggunaan media sosial sebagai upaya pencegahan pelecehan daring pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman mendalam dari lima informan yang merupakan mahasiswa aktif dan pengguna media sosial yang pernah mengalami pelecehan daring. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi untuk menemukan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan penting, yaitu : pola penggunaan media sosial oleh Generasi Z, pengalaman pelecehan daring yang mereka alami, makna simbol digital dalam interaksi online, strategi penerapan digital wellness yang dilakukan, serta bagaimana digital wellness dipahami sebagai bentuk pencegahan pelecehan daring. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman pelecehan daring mendorong lahirnya kesadaran dan tindakan preventif melalui praktik digital wellness, termasuk strategi seperti detoks digital, seleksi akun, pengaturan privasi, hingga penghapusan aplikasi tertentu. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkaya kajian interaksionisme simbolik dengan mengaitkan makna simbol digital pada pengalaman pelecehan daring, serta secara praktis memberikan gambaran mengenai strategi digital wellness yang dapat diterapkan oleh Generasi Z untuk menjaga keseimbangan penggunaan media sosial dan mencegah terulangnya pelecehan daring di ruang digital