Abstract :
ABSTRAK\r\nKeluhan kesehatan di lingkungan kerja masih menjadi isu penting dalam kesehatan kerja secara global. WHO (2022) melaporkan bahwa lebih dari 2 juta pekerja setiap tahunnya mengalami gangguan kesehatan akibat paparan bahan berbahaya di tempat kerja. Salah satu bahan kimia yang sering digunakan adalah klorin, terutama pada proses pengolahan air. Paparan klorin yang tidak terkendali, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak optimal, serta rendahnya pengetahuan kesehatan kerja dapat meningkatkan risiko terjadinya keluhan kesehatan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan klorin, penggunaan APD, dan pengetahuan kesehatan kerja dengan keluhan kesehatan pada petugas pengolahan air di PT. Air Minum Intan Banjar (Perseroda). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pengolahan air sebanyak 51 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 orang (58,8%) mengalami keluhan kesehatan, 30 orang (58,8%) berisiko terpapar klorin, 34 orang (66,7%) memiliki tingkat penggunaan APD yang kurang, dan 39 orang (76,5%) memiliki pengetahuan kesehatan kerja dalam kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan klorin (p=0,005), penggunaan APD (p=0,022), dan pengetahuan kesehatan kerja (p=0,012) terhadap keluhan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara paparan klorin, penggunaan APD, dan pengetahuan kesehatan kerja dengan keluhan kesehatan pada petugas pengolahan air. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kepatuhan penggunaan APD dan pelatihan kesehatan kerja secara berkala guna mencegah dampak buruk paparan bahan kimia di lingkungan kerja.\r\nKata kunci: Paparan klorin, alat pelindung diri, pengetahuan kesehatan kerja, keluhan kesehatan.\r\n\r\n\r\nABSTRACT\r\nHealth complaints in the workplace remain a major issue in occupational health globally. According to the World Health Organization (2022), more than 2 million workers experience health problems every year due to exposure to hazardous substances. One such substance is chlorine, commonly used in water treatment. Uncontrolled exposure, inadequate use of personal protective equipment (PPE), and low occupational health knowledge can increase the risk of health complaints among workers. This study aimed to examine the relationship between chlorine exposure, PPE usage, and occupational health knowledge with health complaints among water treatment workers at PT. Air Minum Intan Banjar (Perseroda). This was a quantitative analytic study using a cross-sectional approach. The sample consisted of all 51 water treatment workers, selected through total sampling. Data were collected via questionnaires and observations and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 30 workers (58.8%) reported health complaints. A total of 30 workers (58.8%) were at risk of chlorine exposure, 34 workers (66.7%) had low PPE usage, and 39 workers (76.5%) had good occupational health knowledge. Statistical analysis showed significant relationships between chlorine exposure (p=0.005), PPE usage (p=0.022), and occupational health knowledge (p=0.012) with health complaints. In conclusion, chlorine exposure, PPE usage, and occupational health knowledge are significantly associated with health complaints among water treatment workers. It is essential to enhance PPE compliance and provide regular occupational health training to prevent the adverse effects of chemical exposure in the workplace.\r\nKeywords: chlorine exposure, personal protective equipment, occupational health knowledge, health complaints.