Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Adhahani Nurdin, Sinta Nur
Subject
K Law (General)
Datestamp
2026-07-21 01:44:54
Abstract :
ABSTRAK\r\nSinta Nur Adhahani Nurdin. NPM 18.81. 0179. 2022. Akibat Hukum Terhadap Akta Notaris Bila Salah Satu Penghadap Tidak Bisa Menandatangani Secara Bersamaan Saat Akta\r\nDibacakan. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan. Pembimbing I Bapak Miftah Ulumuddin Tsani dan pembimbing II Bapak B. Rupadi. Profesi notaris memiliki wewenang membuat akta notaris. Notaris dalam menjalankan\r\ntugasnya menghadapi problematika penyusunan dokumen akibat hukum ketika salah satu penghadap tidak bisa menandatangani secara bersamaan saat akta dibacakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kekuatan suatu Akta Otentik yang penandatanganannya tidak di dihadapan Notaris dan tanggung jawab Notaris atas pembuatan Akta Otentik yang ditandatangani tidak dihadapan notaris. Penelitian ini menggunakan metode normatif. Hasil penelitian ini adalah akta otentik yang tidak dibuat sesuai dengan ketentuan UUJN akan kehilangan statusnya dan terdegradasi menjadi akta di bawah tangan, yang memiliki kekuatan pembuktian yang tidak sekuat akta otentik. Meskipun akta di bawah tangan memiliki kekuatan mengikat yang sama dengan akta otentik jika perjanjian tersebut sah dan tidak bertentangan dengan hukum, pembuktian keabsahan tanda tangan menjadi penting. Jika pihak yang menandatangani tidak membantah tanda tangannya, akta di bawah tangan dapat dianggap sah. Namun, jika ada keraguan mengenai tanda tangan, pihak yang mengajukan perjanjian harus membuktikan keabsahan tanda tangan atau isi akta tersebut. Dengan demikian, Ketika salah satu pihak yang meragukan tanda tangannya, pihak yang mengajukan perjanjian tersebut harus membuktikan keabsahan tanda tangan atau isi akta tersebut.\r\nKata Kunci: Notaris, Akta Otentik, Akta Bawah Tangan