Abstract :
Simpang tak bersinyal adalah tempat yang sering terjadi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Studi ini menyelidiki kinerja simpang tak bersinyal di Simpang Tiga Pasar Kuripan Banjarmasin. Kelancaran arus lalu lintas dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi yang tinggi di pasar, terutama di siang hari. Dengan menggunakan analisis metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, data diperoleh melalui survei lapangan volume lalu lintas dan pengukuran geometrik simpang selama tujuh hari. \r\n Kapasitas simpang sebesar 2.500,96 smp/jam, derajat kejenuhan (DJ) sebesar 1,099, tundaan simpang 25,1 detik/smp, dan peluang antrian antara 48,80% dan 97,60%, dan volume lalu lintas tertinggi dicatat pada Senin, 14 April 2025, pukul 16.00–17.00 WITA sebesar 2.749 smp/jam. Tingkat pelayanan simpang pada level D menunjukkan arus lalu lintas yang tidak lancar. Diperlukan perbaikan, seperti pemasangan rambu lalu lintas yang memadai dan tempat parkir yang lebih tertib di sekitar pasar. Selain itu, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan menghentikan tundaan dan antrian, kendaraan angkutan barang, khususnya truk dua sumbu, diminta untuk menghindari melintasi simpang pada jam puncak sore hari (16.00–20.00 WITA).