Abstract :
ABSTRAK\r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perencanaan kebutuhan bahan baku, proses pemesanan dan pengendalian persediaan bahan baku dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi pada Usaha Mikro Kuliner Warung Mama Alif di Banjarmasin; dan (2) pencatatan, pengawasan persediaan, serta faktor-faktor yang memengaruhi pengendalian persediaan bahan baku pada Warung Mama Alif di Banjarmasin.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha dan karyawan Warung Mama Alif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis pengendalian persediaan juga didukung dengan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengendalian persediaan bahan baku di Warung Mama Alif masih dilakukan secara sederhana berdasarkan pengalaman pemilik usaha tanpa didukung sistem pencatatan persediaan yang terstruktur. Pembelian bahan baku dilakukan ketika stok mulai menipis sehingga frekuensi pembelian relatif tinggi, terutama pada bahan baku yang mudah rusak seperti ikan, ayam, sayuran, dan bumbu. Kondisi tersebut menyebabkan biaya pemesanan dilakukan secara berulang serta meningkatkan risiko pemborosan akibat ketidakseimbangan jumlah persediaan. Berdasarkan analisis menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), jumlah pemesanan bahan baku yang lebih terencana berpotensi mengurangi frekuensi pembelian dan meningkatkan efisiensi biaya persediaan. Namun, penerapan hasil perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) masih perlu disesuaikan dengan kondisi usaha, terutama keterbatasan modal, kapasitas penyimpanan, fluktuasi harga bahan baku, serta karakteristik bahan baku yang mudah rusak; dan (2) faktor yang mendukung pengendalian persediaan meliputi pengalaman pemilik usaha, hubungan yang baik dengan pemasok, serta kemudahan memperoleh bahan baku. Adapun faktor yang menghambat meliputi keterbatasan modal, belum adanya sistem pencatatan persediaan yang terstruktur, keterbatasan ruang penyimpanan, fluktuasi harga bahan baku, serta sifat bahan baku yang mudah rusak. Oleh karena itu, penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dapat dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki sistem pengendalian persediaan secara bertahap sehingga penggunaan bahan baku menjadi lebih efisien dan proses produksi dapat berjalan lebih optimal.\r\nKata Kunci: Pengendalian Persediaan Bahan Baku, Efisiensi Biaya Produksi.