Abstract :
enelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, BI Rate, dan FED Rate terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 2021-2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif kausal dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berupa data sekunder time-series bulanan sebanyak 60 observasi yang diuji menggunakan regresi linear berganda dengan metode Newey-West HAC Standard Errors melalui perangkat lunak Stata 14 sebagai langkah perbaikan atas masalah autokorelasi.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, Inflasi, BI Rate, dan FED Rate berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Secara parsial, tingkat inflasi terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG akibat pergerakannya yang cenderung stabil dan terkendali selama periode pengamatan.\r\n BI Rate memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, yang mengonfirmasi bahwa peningkatan suku bunga acuan domestik akan menekan indeks saham karena investor mengalihkan dananya ke instrumen berpendapatan tetap. Sebaliknya, FED Rate memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, di mana kenaikan suku bunga Amerika Serikat justru ditangkap sebagai sinyal kuat adanya ekspansi dan pemulihan ekonomi global yang mendorong optimisme pasar. Kemampuan ketiga variabel tersebut dalam menjelaskan variasi IHSG adalah sebesar 42.44% (berdasarkan nilai Adjusted R-squared), sedangkan 57.56% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.