Abstract :
ABSTRAK\r\n\r\nPenelitian ini menyelidiki dampak koreksi berlebihan (teacher overcorrection) yang dilakukan guru terhadap kepercayaan diri dan motivasi siswa dalam pembelajaran berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL) di Indonesia. Meskipun topik ini penting, hubungan antara koreksi kesalahan, kecemasan siswa, dan perkembangan kemampuan berbahasa masih belum banyak diteliti dalam konteks Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi persepsi mengenai dampak koreksi berlebihan oleh guru terhadap kepercayaan diri dan motivasi siswa, dengan fokus pada siswa kelas XII SMAN 1 Alalak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melakukan triangulasi data yang diperoleh melalui wawancara dengan guru, jurnal reflektif siswa, dan kuesioner pendahuluan. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks antara tujuan guru dan pengalaman siswa, di mana koreksi yang berlebihan justru menurunkan kepercayaan diri siswa serta mendorong terbentuknya fixed mindset. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan bagi guru mengenai praktik pemberian koreksi yang cerdas secara emosional, metode penilaian yang seimbang, serta pendekatan umpan balik yang berpusat pada siswa guna mendorong terbentuknya growth mindset dan meningkatkan perkembangan kelancaran berbicara pada pembelajar EFL di Indonesia.