Abstract :
Adanya penelitian ini karena ingin mengetahui tentang implementasi tilang elektronik di kota Banjarmasin dan faktor apa saja yang membuat terhambatnya tilang elektronik. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Yaitu agar memberikan gambaran jelas mengenai masalah-masalah yang akan di teliti dengan menggambarkan gambaran langsung terkait tilang elektronik di Banjarmasin. Teknik analisis data terdiri atas Reduksi data,Penyajian data,dan Penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepentingan yang terpengaruhi oleh kebijakan, berjalan belum baik, karena kurangnya sosialisasi. Jenis manfaat yang dihasilkan sudah berjalan dengan baik, karena pungli (pungutan liat) terminimalisir. Derajat perubahan yang diinginkan sudah berjalan dengan baik, karena keputusan yang diambil berlandaskan pada undang-undang. Pelaksanaan program belum berjalan dengan baik, karena masyarakat tidak merasa bahwa program tersebut berjalan lebih baik dari mana tilang manual. Sumber daya yang dikerahkan juga belum berjalan dengan baik, karena kamera ETLE yang sensitive terhadap cuaca, apalagi ketika hujan deras dapat mengganggu jaringan yang terhubung dengan kamera.