Abstract :
Inhibitor korosi adalah suatu zat yang jika ditambahkan dalam suatu larutan atau suatu sistem rekasi kimia, akan mengakibatkan terjadinya penurunan laju korosi yang terjadi pada suatu material. Dalam penelitian ini pengamat menggunakan ekstrak biji nangka dan menggunakan sampel baja ST 37. Nangka (Artocarpus Heterophyllus) merupakan tanaman buah yang termasuk golongan tanaman tropis. Tanaman dengan jenis seperti ini berasal dari wilayah India bagian Selatan dan akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia, hingga kewilayah Indonesia. Senyawa-senyawa yang dapat digunakan sebagai inhibitor korosi diantanya yaitu, tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin. Hasil penelitian ini dengan variasi waktu perendaman 4 hari, 9 hari, 16 hari, dengan menggunakan 6 sampel. Hasil dari pada pengamatan tanpa menggunakan inhibitor, berat kehilangan yang di hasilkan ialah 12 gram (4 hari), 14 gram (4 hari), 15 gram (9hari), 14 gram (9 hari), 17 gram (16 hari), dan 19 gram (16 hari). Hasil pengamatan menggunakan inhibitor kehilangan berat pada sampel ialah 6 gram (4 hari), 5 gram (4 hari), 8 gram (9 hari), 7 gram (9 hari), 8 gram (16 hari), 10 gram (16 hari). Efesiensi inhibitor korosi biji nangka dari hasil pengamatan ini ialah 49,92 % (4 hari), 179,838 % (4 hari), 87,12% (9 hari), 99,137% (9 hari), 113,513% (16 hari), 90,322% (16 hari).