Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis peran pemberian kompensasi terhadap\r\ntingkat kecerdasan emosional, kecerdasan finansial, dan retensi karir karyawan di PT. Bank\r\nRakyat Indonesia Unit Paal Satu Banjarmasin. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang\r\nmembentuk struktur pemberian kompensasi kepada karyawan di unit tersebut.\r\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui\r\nobservasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan (karyawan BRI). Teknik\r\nanalisis data dilakukan melalui proses coding (pemberian kode) yang terdiri dari dua siklus,\r\nyaitu pattern coding untuk menemukan benang merah antar data dan focused coding untuk\r\nmendalami nuansa dari setiap kategori temuan\r\nHasil penelitian menunjukkan empat pola utama: (1) Valuasi Keadilan dan Loyalitas:\r\nKaryawan merasa loyal karena persepsi kompensasi yang \"setimpal\" dibandingkan standar\r\npasar dan transparansi sistem kenaikan jabatan. (2) Buffer Emosional Strategik: Kompensasi,\r\nkhususnya bonus, berfungsi sebagai peredam stres (stress buffer) yang memungkinkan\r\nkaryawan tetap profesional (emotional labor) di bawah tekanan target yang tinggi.\r\n(3) Transformasi Gaji ke Aset: Kecerdasan finansial karyawan terwujud melalui pengalihan\r\nsisa pendapatan menjadi investasi nyata seperti emas dan perhiasan serta perencanaan masa\r\ntua. (4) Dinamika Kontrak dan Target: Sistem pay-for-performance menciptakan tekanan kerja\r\nyang signifikan, di mana kekhawatiran muncul jika target unit tidak tercapai.