Abstract :
Perkembangan industri jasa pengiriman yang pesat meningkatkan tuntutan kerja kurir yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work engagement dan job satisfaction terhadap psychological well-being kurir SPX Cabang Kotabaru, Kalimantan Selatan Hub, serta menguji peran mediasi job satisfaction. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 120 kurir yang seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode PLS-SEM menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction (β = 0,851; p < 0,001) dan psychological well-being (β = 0,716; p < 0,001). Sementara itu, job satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being (β = 0,183; p = 0,088) dan tidak memediasi hubungan antara work engagement dan psychological well-being (p = 0,100). Nilai R-Square sebesar 0,768 menunjukkan kemampuan prediksi model yang sangat kuat. Dengan demikian, work engagement merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological well-being kurir. Penelitian ini menyarankan perusahaan untuk memperkuat keterlibatan kerja melalui motivasi, komunikasi internal, dan peningkatan partisipasi kurir dalam pengambilan keputusan operasional.