DETAIL DOCUMENT
ANALISIS FAKTOR IKLIM TERHADAP KEJADIAN DIARE DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2014 – 2019
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Cahyadi, Dody Dwi
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2021-05-24 03:46:23 
Abstract :
Diare menjadi masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Kota Banjarmasin merupakan daerah endemis diare. Iklim menjadi factor pendukung terjadinya kasus diare. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin terhadap kejadian diare di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain studi ekologi time trend dimana unit analisisnya waktu perbulan dan pertahun selama 6 tahun. Analisis secara univariat dengan uji normalitas dan bivariat menggunakan uji korelasi pearson dan regresi linier sederhana. Data analisis menggunakan data sekunder. Didapatkan hubungan curah hujan dengan kasus diare perbulan (p = 0,000) dan hubungan sedang (r = -0,509) berpola negatif, Ada hubungan suhu udara dengan kasus diare perbulan (p = 0,015) dan hubungan sedang (r = 0,284) berpola positif. Ada hubungan kelembaban udara dengan kasus diare perbulan (p = 0,000) dan hubungan kuat (r = -0,665) berpola negatif. Kecepatan angin perbulan, curah hujan pertahun, suhu udara pertahun, kelembaban udara pertahun, dan kecepatan angin pertahun tidak berhubungan dengan kasus diare. Diperoleh kesimpulan curah hujan perbulan, suhu udara perbulan, dan kelembaban udara perbulan berhubungan dengan kasus diare perbulan. Perlu kerjasama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, instansi terkait dan masyarakat dalam memanfaatkan data iklim untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) diare di masa mendatang. Diarrhea is a health problem in developing countries like Indonesia. Banjarmasin city is an endemic area for diarrhea. Climate is a supporting factor for diarrhea cases. This study aims to determine the relationship between rainfall, air temperature, humidity, and wind speed on the incidence of diarrhea in Banjarmasin City. This research used a time trend ecological study design where the unit of analysis was time per month and per year for 6 years. Univariate analysis with normality test and bivariate using Pearson correlation test and simple linear regression. Data analysis using secondary data. There was a correlation between rainfall and cases of diarrhea per month (p = 0.000) and a moderate relationship (r = -0.509) had a negative pattern. There was a relationship between air temperature and cases of diarrhea per month (p = 0.015) and a moderate relationship (r = 0.284) had a positive pattern. There is a relationship between humidity and cases of diarrhea per month (p = 0.000) and a strong relationship (r = -0.665) is negative. Monthly wind speed, annual rainfall, annual air temperature, annual air humidity, and annual wind speed were not related to diarrhea cases. The conclusion is that monthly rainfall, monthly air temperature, and humidity are related to monthly diarrhea cases. It is necessary to collaborate with the Banjarmasin City Health Office, related agencies and the community in utilizing climate data to prevent diarrhea outbreaks in the future. 
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin