DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN SARANA KETERSEDIAAN AIR BERSIH, PERILAKU IBU, KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS TAMIANG LAYANG TAHUN 2020
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Wahyudi, Fajrul
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2020-12-18 03:16:07 
Abstract :
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi isu prioritas utama di wilayah pasifik, termasuk negara Indonesia. Kejadian diare erat kaitannya dengan air bersih dan perilaku hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sarana ketersediaan air bersih, perilaku ibu, kepemilikan jamban dengan diare pada balita di wilayah Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di wilayah Puskesmas Tamiang Layang berjumlah 525 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Sampel dalam penelitian ini yang berjumlah 90 orang. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dan fisher?s exact test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sarana ketersediaan air bersih dengan diare pada balita (p-value=0,015), ada hubungan antara perilaku ibu dengan diare pada balita (p-value=0,000), dan ada hubungan antara kepemilikan jamban dengan diare pada balita (p-value=0,015). Puskesmas selalu memberikan penyuluhan kesehatan terutama kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di wilayah Puskesmas Tamiang Layang. Diarrhea is a disease that is still a top priority issue in the Pacific region, including Indonesia. The incidence of diarrhea is closely related to clean water and hygiene behavior. The purpose of this study was to determinethe relationship between the availability of clean water facilities, mother's behavior, and latrine ownership with diarrhea in toddlers in the area of Tamiang Layang Health Center. This research wass a type of quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who have toddler in the area of Tamiang Layang Health Center totaling 525 people. The sampling technique in this study was proportional random sampling. The sample in this study amounted to 90 people. Data analysis used the statisticalchi square test and fisher's exact test. The results showed that there was a relationship between the availability of clean water facilities and diarrhea in toddler (p-value = 0,015), there was a relationship between mother?s behavior and diarrhea intoddler (p-value = 0,000), and there was a relationship between latrine ownership and diarrhea in toddler (p-value = 0,015). Puskesmas always provide health education, especially environmental health and clean and healthy living habits to the community in the area Tamiang Layang Health Center. 

File :
artikel.pdf
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin